Misteri Sang (Adam) Manusia Pertama, Ternyata Adam Dilahirkan

Perdebatan akan asal-usul manusia atau bahkan kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini masih menjadi tanda tanya besar dan diskusi panjang yang tiada habisnya. Beberapa teori ilmiah telah mencoba untuk menjawab itu semua. Akan tetapi terus mengalami keraguan dan kesangsian setelah diuji seiring perubahan waktu yang menjadikannya tidak dapat diterima lagi. Salah satunya adalah teori evolusi yang ditelorkan oleh Darwin. Konsep kehidupan yang, menurutnya, berawal dari satu spesies hingga memunculkan beragam makluk hidup seperti sekarang ini. Termasuk adanya manusia sebagai makluk yang paling cerdik.

Disisi lain, sejarah penciptaan manusia sebenarnya telah melegenda. Berawal dari satu manusia laki-laki dan satu manusia perempuan yaitu Adam dan Hawa. Sebagaimana diinfomasikan oleh dogma agama-agama besar (Yahudi, Nasrani dan Islam). Hingga pada abad ini telah melahirkan (memunculkan) lebih dari 6 miliar manusia. Tersebar di segala penjuru dunia. Dari cerita ini, banyak manusia yang percaya begitu saja, walaupun memang ada hal-hal yang sedikit tidak masuk akal. Penjelasan singkat dan ringkas yang dianggap cukup dan tidak adanya kekritisan umat dalam beragama.

Diantaranya ialah bahwa Adam diciptakan oleh Tuhan dari tanah liat yang dibentuk semisal sebuah boneka. Kemudian ditiupkan kepadanya ruh. Maka jadilah Adam manusia dewasa yang hidup seketika itu juga. Selanjutnya di tempatkan di dalam surga. Tapi Adam merasa kesepian karena hanya seorang diri. Maka Tuhan pun menjadikan calon istrinya – Hawa. Caranya, Tuhan mengambil salah satu tulang rusuk Adam. Dari tulang rusuk Adam itulah kemudian tercipta Hawa sebagai manusia dewasa yang hidup.

Tak heran, cerita akan hal itu semua bertebaran dengan sangat bebas dan beragama. Mulai dari yang bersifat doktrin, tafsir, dongeng, legenda hingga pada penelusuran yang bersifat ilmiah. Dibandingkan dengan berbagai makhluk lainnya, manusia memang sangat istimewa. Manusia yang benar-benar menjadi aktor utama dalam kehidupan di jagat raya ini. Pemimpin kolektif atas segala fasilitas kehidupan yang telah tersedia secara ajaib di planet yang sangat istimewa pula ini.

Dalam serial diskusi tasawwuf modern kali ini, Agus Mustafa kembali mengahadirkan buku yang sangat (selalu) kontrovesial. Tidak main-main, beliau memberikan nama judul bukunya dengan “Ternyata Adam Dilahirkan”. Menjadikan simpang siur pemahaman tentang penciptaan Adam meskipun sama-sama bersumber pada Al-Qur’an (kita suci umat Islam). Menurut penulis buku ini, kebanyakan umat Islam tidak mengambil ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh dan holistik yang akhirnya memunculkan pemahaman yang sepotong-potong.

Pembahasan di dalam buku ini, Agus Mustafa, mengajak seluruh pembaca untuk kembali membuka tirai gelap proses penciptaan Adam dan Hawa yang juga tertuang dalam Al-Qur’an. Dengan harapan tidak bersikap apriori terlebih dahulu terhadap sudut pandang baru (”negatif”) dalam memahami hal ini. Pemahaman akan Al-Qur’an yang kebenarannya tidak diragukan lagi seraya dibuktikan pula dengan penemuan-penemuan ilmiah termuktahir yang selama ini justru diperoleh oleh ilmuwan-ilmuwan non-muslim.

Tidak dapat terelakkan lagi memang, perdebatan sengit seputar asal-usul kehidupan makhluk hidup tidak akan pernah padam sepanjang sejarah manusia masih terus berlangsung. Akan tetapi setidaknya akan terus hanya terdapat dua kelompok besar dalam hal ini. Pertama adalah kelompok agamawan dan yang kedua adalah kelompok ilmuwan. Pada masing-masing kelompok juga tentunya terbagi dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.

Dikalangan umat Islam sendiri misalnya, juga masih belum ada kesepakatan tentang hal ini. Secara umum, kebanyakan umat Islam memiliki pandangan bahwa Allah menciptakan manusia pertama dari tanah dengan mengucapkan “kun“. Maka seketika itu pula terciptalah Adam. Sedangkan Hawa (istrinya) diciptakan dari tulang rusuk dari dirinya yang kemudian diucapkan pula oleh Allah “kun“.

Padahal, hasil penelusuran penulis buku ini, Al-Qur’an tidak pernah menyebut bahwa Adam sebagai manusia pertama dan Hawa manusia kedua yang diciptakan setelah Adam. Banyak ayat dalam Al-Qur’an jutsru memberi indikasi kuat bahwa Adam dan Hawa adalah salah satu dari sekian banyak species manusia yang telah ada pada waktu itu. Misalnya dalam QS. Al-A’Raaf (7) ayat 10-11. begitu pula dalam QS. Ali Imran (3) ayat 33 dan masih banyak lagi dalam beberapa ayat-ayat lainnya.

Dari sini, sesungguhnya para pembaca kembali digugah kekritisannya dan juga dituntut untuk terus mendiskusikan akan asal usul pencipataan manusia sebagaimana Al-Qur’an telah memberikan “sinyal-sinyal” yang tentunya menjadikan penasaran berat. Dan yang menarik, perkembangan ilmu pengetahuan manusia semakin lama semakin mendekati “tirai pembatas” kaburnya sejarah manusia itu sendiri.

Sebagaimana sejarah penciptaan manusia sendiri ternyata telah terekam dalam DNA sebagai penyusun genetikanya. Dari sanalah misteri penciptaan “manusia pertama” akan mulai terbongkar kembali. Dengan kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak ada keranguan didalamnya serta dukungan hasil penelitian ilmiah termuktahir, manusia bakal bertemu dengan sebuah surprise tentang sejarah “drama superkolosal” di planet biru ini.

About these ads

60 Tanggapan

  1. gambar yang diatas bro? itu hasil rekayasa, boleh dari hasil editan dari flickr atau photosop kalau memang ada pasti udah terpublikasikan bukan hanya foto itu saja dan beritanya pasti bakal beredar luas…..

  2. apa benar adam dilahirkan?kan adam manusia yang pertama,ihhhh bohong,nanti banyak dosa lho yg bilang

    • Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiippppppppppppppppppppppuuuuuuuuuuuuuuuuuu…………….. Sotoshop tuh…………..

  3. apa benar nabi adam di lahirkan?kan adam manusia pertama!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • bner…………………………….?
      Nabi Adam pa bnar dilahirkan…………………..?
      Saya memang pcy klo nabi Adam manusia petama
      tapi yg saya ragukan itu ja………………………….?

      • Artinya: Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa), dari dirinya; dan dari kedunya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS: An-Nisa : 1) dari QS An:nisa : 1 ini sudah cukup jelas kebenaran yang Allah SWT sampaikan kepada umat manusia di muka bumi ini’ dan hanya orang2 yg beriman saja yang bisa meyakini dan mempercayai semua itu”MAHA BESAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA”

    • YA BENER LAH….. TAPI NABI ADAM KAN BUKAN DI LAHIRKAN TAPI DIA DITURUNKAN OLEH ALLOH KARNA DIA TELAH MELANGGAR JANJI…..
      MENGERTI!!!!!!!!!!!

  4. apa benar nabi adam dilahirkan?nabi adam kan manusia pertama

  5. Whuuaah……gak tau deh gue yang ini.
    Untuk yang ini gue nge-”blink” deh…
    Itu ilmu tinggi banget, kagak sanggup deh gue, yg pasti tentu ada manusia juga sebagai “pemula”.

  6. insyaALLAH saya yakin Adam adalah manusia ciptaan ALLAH SWT yang pertama. yakin banget yah yg buat beruta kayak gini.

  7. surah al-Baqoroh ayat 30:

    Dan ketika Tuhan engkau berkata [57] kepada para malaikat, [57a] “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang [a] khalifah di bumi;” berkata mereka, “Apakah Engkau akan menjadikan di dalamnya orang yang akan membuat kekacauan di dalamnya dan akan menumpahkan darah? [58] Padahal kami bertasbih dengan pujian Engkau [59] dan kami mensucikan [60] Engkau.” Berfirman Dia, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” [61]

    Qala perkataan bahasa Arab yang lazim dan berarti, ia berkata. Tetapi, kadang-kadang dipakai dalam arti kiasan, bila yang dimaksudkannya bukan pernyataan kata kerja, tetapi keadaan yang sesuai dengan arti kerja itu. Ungkapan. imtala’a al-haudhu wa qala qathni (kolam itu menjadi penuh dan ia berkata, “Aku sudah penuh”) tidak berarti bahwa kolam itu benar-benar berkata demikian; hanya keadaaannya mengandung arti bahwa kolam itu sudah penuh. dengan ungkapan lisan. Maka ayat ini hanya berarti bahwa para malaikat itu dengan peri keadaan mereka. menyirat jawaban yang di sini dikaitkan kepada percakapan antara Tuhan dan para malaikat tidak perlu diartikan, secara harfiah sebagai sungguh- sungguh telah terjadi. Seperti dinyatakan di atas, kata qala itu kadang-kadang dipakai dalam arti kiasan, untuk mengemukakan hal yang sebenarnya bukan suatu ungkapan lisan, melainkan hanya keadaan yang sama kata-kata yang diucapkan mereka.

    Mala’ikah ( para malaikat ) yang adalah jamak dari malak di serap dari malaka, yang berarti, ia mengendalikan, mengawasi; atau dari alaka, artinya, ia mengirimkan. Para malaikat disebut demikian, sebab mereka mengendalikan kekuatan-kekuatan alam atau mereka membawa wahyu Ilahi kepada utusan-utusan Allah swt. dan pembaharu-pembaharu samawi.

    Para malaikat tidak mengemukakan keberatan terhadap rencana Ilahi atau mengaku diri mereka lebih unggul dari Adam a.s. Pertanyaan mereka didorong oleh pengumuman Tuhan mengenai rencana-Nya, untuk mengangkat seorang khalifah. Wujud khalifah diperlukan bila tertib harus ditegakkan dan hukum harus dilaksanakan. Keberatan semu para malaikat menyiratkan bahwa, akan ada orang-orang di bumi yang akan membuat kekacauan dan menumpahkan darah. Karena manusia dianugerahi kekuatan-kekuatan besar untuk berbuat baik dan jahat, para malaikat menyebut segi gelap tabiat manusia; tetapi, Tuhan mengetahui bahwa manusia dapat mencapai tingkat akhlak yang demikian tingginya, sehingga ia dapat menjadi cermin sifat-sifat Ilahi. Kata-kata, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, menyebutkan segi terang tabiat manusia.
    Pertanyaan para malaikat, bukan sebagai celaan terhadap perbuatan Tuhan, melainkan sekedar mencari ilmu yang lebih tinggi mengenai sifat dan hikmah pengangkatan itu, Untuk arti nusabbihu lihat catatan no. 2981.
    Sementara tasbih (memuji) dipakai bertalian dengan sifat-sifat, maka taqdis (menyanjung kekudusan Tuhan) dipergunakan tentang tindakan-tindakan-Nya.

    Adam a.s., yang hidup kira-kira 6000 tahun yang lalu, umumnya dipercayai sebagai orang yang pertama sekali, dijadikan oleh Tuhan di atas muka bumi. Tetapi, pandangan itu tidak didukung oleh Alquran. Dunia telah melalui berbagai daur (peredaran) kejadian dan peradaban; dan Adam a.s. leluhur umat manusia zaman ini, hanya merupakan mata rantai pertama dalam daur peradaban sekarang dan bukan orang pertama makhluk ciptaan Tuhan. Bangsa-bangsa telah timbul tenggelam, peradaban lainnya telah datang dan pergi. Muhyidin Ibn Arabi, seorang sufi besar mengatakan bahwa, sekali peritiwa beliau melihat diri beliau dalam mimpi sedang tawaf di Ka’bah. Dalam mimpi itu seorang yang menyatakan dirinya sebagai seorang dari nenek moyangnya nampak di hadapan beliau. ” berapa lamanya sudah lewat sejak anda meninggal ?” tanya Ibn Arabi. ” Lebih dari empat puluh ribu tahun”, jawab orang itu, “Tetapi masa itu jauh lebih lama, dari masa yang memisahkan kita dari Adam,” kata Ibn Arabi lagi. Orang itu menjawab, “Tentang Adam yang mana engkau bicara? Tentang Adam yang terdekat kepada engkau atau tentang Adam lain ?” “Maka aku ingat, ” kata Ibn Arabi, “suatu sabda Rasulullah saw. yang dimaksudnya bahwa, Tuhan telah menjadikan tidak kurang dari seratus ribu Adam dan saya berkata dalam hati, “barangkali orang yang mengaku dirinya datukku ini seorang dari Adam-adam terdahulu”(Futuhat, II, hal. 607).

    Tidak dikatakan bahwa keturunan yang hidup sebelum Adam a.s. seluruhnya telah lenyap, sebelum beliau dilahirkan. Mungkin sekali kerika itu masih ada sedikit sisa yang tertinggal dari keturunan purba itu, dan Adam a.s. itu seorang dari antara mereka, Kemudian, Tuhan memilih beliau menjadi leluhur keturunan baru dan pelopor sera pembuka jalan peradaban baru. Dijadikan seakan-akan dari yang telah mati, beliau melambangkan terbitnya fajar zaman kehidupan baru. Karena khalifah berari penerus, maka jelas sekali manusia telah ada hidup di bumi ini, sebelum Adam a.s. yang menggatikan mereka, dan kita tak dapat mengatakan apakah penduduk asli Amerika, Australia, dan sebagainya itu, keturunan Adam a.s. terakhir ini atau dari Adam lain yang telah lewat sebelum beliau.

    Banyak telah dibicarakan mengenai tempat kelahiran Adam a.s. atau dimana beliau diangkat sebagai mushlih (pembaharu). Pandangan umum ialah beliau ditempatkat di suatu tempat di surga, namun kemudian diusir dari situ, lalu ditempatkan di suatu tempat di dunia. Tetapi, kata-kata “di bumi” menyangkal pandangan itu, dan secara pasti mengemukakan bahwa, Adam a.s. hidup di bumi dan di bumi pula beliau diangkat sebagai Pembaharu. Sangat besar kemungkinan bahwa, beliau untuk pertama kali tinggal di Irak, tetapi kemudian diperintahkan berhijrah ke suatu negeri tetangga. Lihat pula Edisi besar Tafsir Bahasa Inggeris pada ayat ini.

  8. MAHA SUCI ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN-NYA

    seandainya kita blm bisa memahami apa yang menjadi rahasia Allah, maka jangan memaksakan diri….!!
    mintalah petunjuk-Nya agar kita tetap di jalan Allah (Kebenaran)

  9. Bedakan antara penciptaan ADAM, HAWA, INSAAN(Manusia), ketiganya mempunyai proses yang berbeda dalam penciptaan, Adam diciptakan dan dibuat melalui tujuh tahap unsur tanah, air, udara, panas, hingga membentuk tembikar kemudian ditiupkan Ruh. HAWA tercipta dari bagian tubuh Adam. INSAAN sebagai keturunan Adam-Hawa , tercipta dari NUFTAH(Sperma Adam dan indng telur HAWA).

    Adam arti katanya “TIdak Ada”‘ atau disebut Gambaran/ bayangan, berarti tidak wujud(Ada), karena yang Maha Wujud hanya Tuhan. HAWA mengandung arti kerinduan yang timbul dari Nafsu. INSAAN arti katanya “Makhluq yang paling banyak lupa”.

    Adam tidak disebut secara jelas dalam kata dan kalimat sebagai manusia pertama, namun tegas dalam alur penciptaan, bahwa Tuhan akan membuat makhluq di bumi sebagai khalifah yang kemudian di tentang Iblis, dan tatkala makhluq Adam itu tercipta maka Iblis enggan untuk tunduk..

    Ini bukan hanya cerita yang bertebaran, namun ditegaskan dalam Alqurán yang ber esensi firman Tuhan, jadi bukan hanya cerita dongeng. Coba anda kaji lagi pada Alqurán bahwa Adam dan Insaan(keturunan Adam) sangat beda proses penciptaan nya ( dalam tujuh proses), baik proses tanah maupun proses nuftah hingga segumpal darah.

  10. GAK USAH BERDEBAT NABI ADAM DILAHIRKn atau tidak yang penting sekarang bagaimana kita beriman kepada allah……

    • iya..ya….yang penting memang beriman
      lalu sekarang bagaimana cara kita beriman.???

    • Proses mempelajari sejarah ADAM dalam Alqurán pun merupakan proses keimanan. jadi gimana cara nya beriman…?, ya fahamio saja pengkajian Alqurán. Bukankah bahsan diatas merupakan sebuah proses bagai mana kita beriman…?….Ok lah kl Bgitu

  11. SAYA YAKIN SEKALI BAHWA NABI ADAM ADALAH OARANG PERTAMA DI BUMI INI……….
    DAN SAYA AKAN SELALU PERCAYA WALAUPUN BANYAK ORANG MENGATAKAN BAHWA NABI ADAM BUKAN ORANG PERTAMA DI BUMI INI

  12. Assalamualaykom,

  13. Ibnu Abbas ra berkata : Allah SWT menciptkan jasadnya Nabi Adam dr bbrp negeri di dunia,
    - Keplanya di ambil dari Tanahnya KABAH (Makkah)
    - Dadanya diambil dari tanah perjajahannya Bumi
    - Punggung dan Perutnya diambil dari tanah Hindia
    - Kedua Tanganya dari Tanah Masyriq
    - Kedua Kakinya dari Tanah Maghrib.

    Insya Allah Kami akan teruskan……………………….

    • saya tambahkan sedikit kl menurut buku ilmu alam gaib bahwa alat kelamin nabi adam diambil dari tanah babilonia sehingga disanalh pusat kemaksiatan……..akal pribadi saya mengatakan ya benar……..karena terbukti……..selalu orang mengatakan jika terjadi perselisihan kembali kepada alquran ……..lebih benar juga jd nama adam adalah penguat kisah tidak ada satu orang yg bisa menceritakan silsilahx .apalagi jmn sekarang sdh banyak orang yg mengabaikan hal2 tersebut untuk mempelajari silsilah keluaraga ……………..jd mari kita yakini bahwa kata ADAM adalah kata untuk mempersatukan umat manusia jd manakala kita 2 ini mendapat masalah dengan orang orang lain jgn mengatakan saya dihianati oleh orang itu,dasar memang orang dari kampung itu……………tp kan lah bahwa kita semua bersaudara karana asal kita dari adam……………jd siapapun orangx tdk mengenal perbedaan sukubangsa ras agama……………..dalah saudara kandung kita …………………………..salam ADAM……………

    • ahahahahha kok diperdebatkan gitu aja kok repot kl memang nih ye kita keturunan adam semua ni manusia dijagat raya ini berarti kita menikahi saudara kandung sendiri orang jelas2 dikitab suci manapun dilarang menikahi saudara kandung ckckckckckckckcck pikir dong pikir jd menurut aye ni nabi adam bukan orang pertama …………….kl memang adam n hawa manusia pertama trs lahir anak lhair lg anak lahir lagi ank trs tu mereka saudara kandung saling nikah ckckckckckkckckkckckckckk picik sekali pikiran kalian

      • belajar dri mana loe kata2 kya gitu….?

      • Siti Hawa melahirkan kembar dua pasang, pertama lahirlah pasangan Qobil dan adik perempuan yang beri nama Iqlima, kemudian menyusul
        pasangan kembar kedua Habil dan adik perempuanya yang di beri nama Labuda, kisah singkatmya ke empat putra -putri nabi Adam ini beranjak dewasa dan memasuki akil baligh di mana nafsu birahi dan syahwat dan hajat kepada hubungan kelamin makin hari makin nyata dan nampak gaya hidup mereka menjadi pemikiran kedua orang tuanya bagai mana cara menyalurkan nafsu birahi dan syhwat itu agar terjadi kemurnian keturunan dan menghindari hubungan kelamin yang bebas di anatara putra-putrinya. Lalu Allah memberi ilham dan petunjuk kepada nabi Adam agar kedua putrannya di kawinkan dengan putrinya. Qobil di kawinkan dengan adik Habil yang bernama
        Labuda dan Habil di kawinkan dengan adik Qobil yang bernama Iqlima.
        intinya tidak mengawini adiknya sendiri.

  14. artikel yang di paparkan terlalu banyak berandai2 dengan menggunakan logika tanpa bukti2 yang nyata,,,,,
    jika tejadi perselisihan di antara kamu kembalikan segalanya kepada Al_qur’an dan As_sunnah

  15. berkomentar tentang manusia pertama didunia…………………boleh juga yah……..kl dalam alquran sdh mengatakan adam manusia pertama begitu pula halx injil lantas lantas kita2 ini beragama apa.? kl misalx kita2 tdk beragam msh boleh kita bertanya siapa sebenarx manusia pertama.saya percaya alqor’an berarti saya percaya adam manusia pertama………..lantas…………….simak cerita saya berikut ini …………… dalam sejarah kepercayann ditempat kelahiran saya sebelum islam itu ada buyut2 berapa lapis itu menagnut kepercayaan animisme dinamisme……….sy perna mendengar cerita tentang asal muasal manusia versi bugis makassar yg mengatakan bahwa manusia pertama di sulawesi selatan bernama tomanurung yd diturunkan oleh dewata untuk mengisi bumi tengahn yg kita hinggapi sekarang……….sangat masuk akal.terus ada lagi cerita rakyat yang saya sendiri yakini tenta sebuah guci yg bernama manurung konon guci itu didapatka pada saat buyut mereka mencari ilmu kekal abadi hidup dibumi kemudian buyut mereka menuju kepinggir langit dan bertapa selama 40 hari 40 malam tdk boleh tidu namun naas dihari ke empat puluh ahirx dia tertidur beberapa detik sehingga gagal menemukan ilmu kekal abadi tersebut. sehingga dihadiai oleh gurux 2 pedang kembar yg diyakini berstatus jantan dan betina , satu guci yg bernama manurung, dan seekor ayam putih.dengan penasaran ahirx sy mengulas sedikit sejarah manusia pertama di sulawesi selatan salah satu keturunanx yg sangat terkenal bernama SAWERIGADING. terdapat sedikit perbedaan persi antara sejarah yg diyakini bugis makassar dengan keyakinan masyarakat tanah toraja jika dilihat dari segi sejarah orang toraja tentang LAKIPADADA.saya kaji dengan akal sehat saya bahwa boleh saja sejarah mengatakan demikian tp ditelusuri ahirx saya mengambil kesimpulan bahwa proses kejadia BATARA GURUsebagai manusia pertama di bugis makassar dengan TABORA LANGI yg jg sebagai manusia pertama disulawesi selatan dlm persi masyarakat tanah toraja………saya rentetkan bahwa asal muasal mereka adalah sama dengan NABI ADAM AS……….orang bugis makassar mengatakan TO MANURUNG RI LANGIE artinya manusia yg di turunkan dari langit…….kl NABI ADAM manusia yg dikeluarkan dari surga lalu diturunkan ke bumi…..SAMA ……….perbedaan bahasa lah yg menjadi pemicu banyakx persepsi…………kl tomanurung diturunkan dari langit …..dlm bhasa bugis makassar surga itu termasuk langit karena kl orang bugis makassar jaman dulu segala sesuatu yg asalx dari atas dlm artian tdk langsung muncul dari tanah atau air selalu dikataka dari langit…………………..kl setiap daerah meyakini bahwa di daerah masing2 pernah diturunkan manusia pertama berarti KATA ADAM adalh julukan yg sangat benar untuk ORANG2 yg pertama jd kata ADAM adalh untuk menyatukan persepsi yg terlalu banyak mengenai manusia pertama agar kita bisa menyamakan persepsi teori masa animisme dinamisme dengan teori islam tentang manusia pertama……………………..saya simpulkan terlalu banyakx perbedaan bahasa daerah sehingga menyebabkan banyaknya perbedaan pendapat namun bagi saya adalah SAMA…………..kl anda mencari siapa manusia pertama sebenarx bagaimana kl anda sekaligus mencari siapa pencipta ribuan bahasa yag bebrbeda di muka bumi ini……………………

  16. antropologi menemukan kerangka manusia kuno di lembah bengawan solo yg berusia ratusan ribu tahun yg lalu dinamakan homosapiens soloensis sbagai manusia nenek moyang orang jawa …adam yg oleh kaum agama agama hukum dianggap manusia pertama di dunia apa bila ditelusuri hingga sekarang menurunkan tiga ratusan generasi berarti baru hidup sekitar 12000 tahun yg lalu menurt uskup usher umur bumi ini dihitung dari kelahiran adam dan umur para keturunannya seperti yg dikatakan pd kitab kejadian perjanjian lama adalah sekitar 6000 tahun kesimpulannnya adalah manusia jawa jauh lebih tua dr pada adam karena itu wajar bila bangsa jawa pada jaman dahulu memiliki peradaban yg lebih maju dr bangsa bangsa lain

  17. sebenernya anda tidak perlu mengungkit trlalu dalam mslh sperti tsb…. Yang terpenting untuk saat ini adalah bagaimana anda mampu meningkatkan iman (kebaikan) dalam diri anda.

    Yang saya ingin tanyakan adalah bagaimana sebernanya proses ‘pembagiana agama dalama hidup’ , kenapa pada saat awal mulai proses kehidupan ini ”sang pencipta” tidak membuat satu agama yanga kan menjadi panutan bagi semua makhluk???????

    tolong jawaban ( komen) nya yg bisa jawab pertanyaan saya ini :)

    • Itu sama aja dengan pertanyaan knp buah di seluruh dunia ini gak jambu aja, binatang diseluruh dunia ayam aja, gunung di seluruh dunia krakatau aja… kan jd lebih simpel… bnr gak…

    • gak usah mepertanyakan yg diri anda sendiri tidak bisa menjawab, istilah kamu sama aja bagaiman rambut dikepala bisa panjang, tetapi alis mata hanya segitu2 aja, dimana logikanya dipertanyaan kamu, itu jelas hanya ALLAH SWT yg maha tau, sederhana berfikir lebih baik ketimbang kau memikirkan yg tidak ada jawabanya.

  18. ia aq spendapat dngan kmu bung jnganlah trlalu jauh mmbahas mslh sperti itu, bsa2 kta mnyimpang dri garis yg tlah di tntukan ALLAH SWT.yg pling pnting itu knali dri sndri dlu (siapa sbenarnx kta) bru mmbhas tntang asl mula manusia..ini jwabanx bung: krna mnusia itu trpilih mnjdi khalifah di bumi,kmu tau arti mnusia,munusia it tdk lput dri kslahan pa bila ad mnusia yg tdk prnah slah brarti dia bkan mnusia,alsan mngapa ad bberpa kitab krna kitab yg yg stu akn mmbenrkan kitab yg lainx,tpi kta mngnal kitab pnutup at kitab trakhir Al-QURAN.mngapa..?karna sifat kmnusianx itu.sperti ksimplan yg diriwayatkn dlm hadits QUDSI:sifat ummat yg mndapat bimbingan dari Allah Swt.dan siap mlukan printhnx ialah apabila mereka mndapt ssutu yg disenanginx,akn mmuji Allah sbaliknx pa bila mereka mnrima ssuatu yg tak di inginkanx tidak mnjadkanx mngeluh.Allah mnggambarkan ummat ini di stu segi brsifat positif yaitu:bersyukur dan bershabar,tpi di lain segi di gambarkanx negatif yaitu tidak brlapng dada dan brilmu.pnggambran Allah Swt.trsebut mngagetkan nabi isa a.s.,shingga bliau brtanx kepada Allah Swt.bagaimna mngkin hal itu dpat trjdi? kmudian Allah Swt.mnjlaskan bahwa ummat sprti itu pasti trjlma sebab kmudian oleh Allah di beri kurnia dan rahmat brupa ilmu.kkurangan sifat2 disebut tdi trhalng krna mereka di beri bgian dari sifatNx. ALLAH SWT.brfirman:ilmu dari sebagian sifat-Ku…

  19. waw sunggguh pintar pintar kalian mengtafsirkan alquran ..
    tp yakinlh klw allah menciptakan manusia pertama yaitu adam …….
    bapak dari smua manusia …..

    ad yg mnafsirkan adam d buat d bumi,,,
    uhh terbantahkan ….

    ingat waahii …engkau
    nabi musa ingin melihat allah ..
    tp apa yg terjadi suara allah saja blum kluar gunung gunung sudah amburadul karnah percikan yg d tafsirkan suarah allah coba bayang kn jika allah ad d bumi bakalan ancur jagad raya ini..

    bagai mn manusia mw kembali k tanah klw tanah nya tanah bumi….
    klw itu jd tuntunan muu maka pasti kau ajkan menjadi penghuni bumi….
    yg d pakai allh untuk membuat manusia pertama adalah tanah yg suci yg sangat teramat sangat suci yaitu tanah nya surga ..
    itulah mengapa tanah kembali ketanah … karnah tanah asal nabi adam adalah tanah surga…..
    camkan itu baik2
    yg tidak mw ke surga ambillh pendapt klw tanah bumi yg menjadi bahan pembuat manusia klw z ogahh….

  20. jagalah hati dan keyakinan masing-masing

  21. kenapa perlu pening2.kebenaran tentang injil pun mereke boleh ubah.inikan sejarah manusia.percaya ke tentang ,manusia sebelum Adam Alaihissalam?jangan tertipu dengan ilmuan barat.mereka memang tak suka islam.Memang tugas mereka menyesatkan.Apa yang penting kita yakin pada maha pencipta Allah S.W.T

  22. wah wah,
    jaga iman all…
    ht” dengan keraguan…

  23. asslmualakum wr wb,
    saya cuma mau menambahkan,,, yakinilah dan imanilah apa yang ada dalam al quran,, karna al quran adalah surat cinta dari allah, walau apa yand ada di dalamnya ada yang bisa kita pelajari dengan akal dan pikiran,, tapi ada juga ilmu yang tidak bisa kita gunakan dengn akal tapi harus kita yakini dengan iman, dan jangan pernah menterjemahkan ilmu yang harus digunakan dengan iman diterjemahkan dengn akal dan pikiran krna itu bisa melenceng dan sesat jika kita tidak bisa menterjemahkannya,, , maka yakinilah bahwa nabi adam as adalah manusia pertama,, apa yang ada dalm al quran itulah yang harus kita yakini,, al quran itu adalah sumber dari segala ilmu, jadi segala penelitian, ilmuan, apa saja itu mungkin sebagian kecil dari ilmu,, jika ingin mengetahui rahasia di balik rahasia maka pelajarilah al quran,,

  24. Yg memberikan masukan tolong di sertai dasr al-quran dan hadisnya agar tdk menjadi bidah.

  25. boleh ci ingin tau asal usul adam n hawa,,,
    pi jgn berlebihan gtu,,
    ampe naro” poto adam segala n bilang tu dia,,,
    spa blg tu adam????
    ilmu’n juja mna bza mngtahui cmua’a,,
    yg tau tu cuma tuhan bkn yg lain,,,

  26. kalau memang agus mustofa mengambil informasi dari alqur’an,..!!
    lantas kenapa kok tidak mengambil dari alhadist,.
    bukankah sumber hukum islam itu dari alqur’an dan alhadist?

  27. -Alloh SWT=tuhan ku.
    -Nab muhamat SAW=nabi ku
    -Islam adalah agama ku.

  28. pembualan

    • BOHONG BESAR,, TUH GAMBAR EDITAN,, COBA PERHATIKAN DENGAN SEKSAMA… ITU GAMBAR HASIL EDITAN SUATU KOMPETISI,, SAYA SUDAH PERNAH BACA DI BLOG LAIN TENTANG GAMBAR2 KAYAK GITU,SALAH SALAH SATUNYA GAMBAR ITU…

  29. TERNYATA ADAM DILAHIRKAN

    Dari pembahasan yang sudah kita lakukan, saya kira anda sudah bisa menebak kesimpulan akhirnya. Bahwa Adam adalah manusia yang dilahirkan. Kenapa? Karena, memang ia bukan manusia pertama yang diciptakan di muka Bumi.

    Adam adalah al insaan. Ia bukan al basyar. Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah ternyata bukan Adam. Ia tidak pernah disebut secara eksplisit oleh Al Qur’an. Allah selalu menyebut manusia pertama itu secara kolektif sebagai al basyar. Karena itu, tidak ada penjelasan rinci tentang siapa dia dan bagaimana rupanya.

    Data-data ilmu pengetahuan pun sampai sekarang masih diliputi oleh kabut tebal yang penuh misteri. Data-data fosil maupun perhitungan umur genetika hanya menyebut angka jutaan tahun yang lalu sebagai awal munculnya spesies manusia.

    Menurut pemetaan genetika manusia, kita adalah generasi ke 300.000 dari manusia pertama. Kalau pergantian generasi dihitung rata-rata setiap 30 tahun, maka itu berarti sekitar 9 juta tahun yang lalu. Ini pun belum disepakati oleh para ahli. Kebanyakan ilmuwan palaentologi dan genetika menyebut angka 5-10 juta tahun yang lalu sebagai awal kemunculan spesies manusia.

    Tetapi, manusia yang dimaksud itu, dipercaya sebagai manusia purba. Otak dan peradabannya masih sangat rendah. Meskipun, secara fisik mereka telah menunjukkan bentuk tubuh yang menyerupai manusia. Munculnya manusia modern diperkirakan baru sekitar puluhan ribu tahun yang lalu.

    Salah satu tandanya, adalah munculnya peradaban yang lebih maju. Mereka sudah bertani dan berternak. Bukan berpindah-pindah ladang, dan berburu. Dugaan ini diperkuat oleh ayat Qur’an bahwa anak-anak Adam -Qabil & Habil – sudah mengenal pertanian dan peternakan.

    QS. Al Maaidah (5): 27
    Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.

    Dikisahkan bahwa Habil adalah seorang petani, sedangkan Qabil adalah peternak. Mereka membuat persembahan kurban dalam bentuk hasil pertanian dan peternakan mereka. Habil mempersembahkan hasil pertanian terbaiknya. Sedangkan Qabil justru memilih hewan-hewan yang tidak baik kualitasnya. Maka persembahan yang penuh keikhlasanlah yang diterima Allah. Yaitu dari Habil. Qabil pun iri dan marah. Akhirnya, ia membunuh saudaranya sendiri – Habil. Kisah klasik ini menyiratkan bahwa keluarga Adam sudah mengenal peradaban yang lebih maju dibandingkan pendahulunya.

    Jadi, zaman mereka adalah jaman peradaban manusia modern. Dan itulah memang yang diajarkan Allah kepada Adam. Itu pula yang membedakan Adam dengan manusia generasi sebelumnya.
    Banyak ayat di dalam Al Qur’an yang mengarahkan kita pada kepahaman, bahwa Adam bukanlah manusia purba. Ia adalah manusia modern yang dilahirkan. Ia bukan diciptakan secara langsung dari tanah, melainkan terlahir dari sebuah proses kehamilan orang tuanya.

    QS. Ali Imran (3): 59
    Sesungguhnya masalah (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah dia.

    Ada dua hal yang perlu dicermati dari ayat di atas. Yang pertama adalah analogi Isa dan Adam. Allah menyamakan proses antara penciptaan Isa dan Adam. Sudah saya uraikan di bagian depan, bahwa penciptaan Isa disebut Allah seperti Adam,diciptakan dari tanah (turab) kemudian diucapkan kepadanya kun, maka jadilah ia. Dari sini kita tahu bahwa ketika Allah mengatakan kun, penciptaan itu ternyata berproses. Sebagaimana Isa yang dilahirkan oleh ibunya. Karena keduanya dibuat analogi, maka kita memperoleh kesimpulan sementara bahwa Adam pun dilahirkan sebagaimana Isa.

    Hal kedua yang perlu kita cermati adalah kata turab. Di ayat itu Allah mengatakan bahwa keduanya diciptakan dari tanah (turab). Di bagian depan sudah kita bahas, bahwa tanah turab adalah tanah gembur yang mengandung unsur hara sangat baik.

    Menariknya, penciptaan dengan tanah turab ini diceritakan lebih lanjut oleh Allah dalam berbagai ayat lainnya. Bahwa tanah turab itu ternyata berproses secara bertingkat untuk menjadi sesosok manusia.

    Pada kesempatan ini, saya ingin sekali lagi mengajak pembaca untuk mencermati keterkaitan anatara 7 ayat yang sudah kita bahas di bagian depan itu. Ini penting agar pembaca memperoleh kepahaman secara lebih holistik. Agar memperoleh kepahaman yang utuh. Karena saya lihat, di keterkaitan itulah letak kunci pemahamannya.
    1. QS. Al Baqarah (2): 264
    Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah (turab), kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

    Ayat ini bercerita tentang definisi turab. Bahwa turab adalah jenis tanah permukaan Bumi, yang jika menempel di batu, dan kemudian tersiram air hujan, ia akan larut dan hanyut. Batunya menjadi licin. Tanah jenis inilah yang disebut dalam penciptaan Isa dan Adam.

    2. QS. Ali Imran (3): 59
    Sesungguhnya masalah (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari turab, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

    Disini Allah menjelaskan aplikasi tanah turab itu dalam proses penciptaan Adam. Dan juga Isa. Analogi antara Adam dan Isa telah memberikan gambaran yang jelas kepada kita karena kita tahu persis bagaimana proses penciptaan Isa berlangsung, yaitu dengan cara terlahir dari rahim ibunya.

    3. QS. Al Kahfi (18): 37
    Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah (turab), kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?

    Lebih lanjut Allah bercerita dalam ayat ini, bahwa tanah turab itu memang masih berproses Iebih lanjut menjadi sperma pada lelaki dan ovum pada perempuan. Atau istilah umumnya adalah air mani. Barulah, kelak akan menjadi manusia sempurna.

    4. QS. Al Hajj (22): 5
    Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah (turab), kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian sampailah kamu kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

    Dalam ayat ini, Allah semakin gamblang menjelaskan tahapan-tahapan penciptaan itu. Dari turab menjadi nuthfah (sperma dan ovum), menjadi alaqah (segumpal darah), dan menjadi mudghah (segumpal daging). Lantas, ditetapkan berkembang di dalam rahim sampai sempurna kejadiannya. Dan lahirlah sebagai seorang bayi. Bertambah dewasa seiring usia, dan kemudian diwafatkan. Bahkan, kemudian Allah memberi ilustrasi tentang penciptaan itu bagaikan Bumi yang disirami air hujan, kemudian bertumbuhanlah tanamannya.

    5. QS. Ar Ruum (30): 20
    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

    Selain proses-proses fisik yang terjadi saat penciptaan itu, Allah juga memberikan gambaran lebih jauh bahwa manusia yang berasal dari turab itu tiba-tiba bisa berkembang biak. Memakmurkan Bumi. Kata ‘tiba-tiba’ ini tidak harus bermakna ‘tanpa proses’. Karena faktanya, Allah memproses dulu fisik manusia (Adam) sampai menjadi manusia dewasa, dan kemudian berpasangan dengan lawan jenisnya, sehingga berkembang biak. Hal itu, diceritakan Allah pada ayat berikut ini.

    6. QS. Al Faathir (35): 11
    Dan Allah menciptakan kamu dari tanah (turab) kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

    7. QS. Al Mu’min (40): 67
    Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah (turab) kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan, dan supaya kamu memahaminya

    Ayat terakhir ini kembali menegaskan bahwa Allah memproses turab itu bertahap dan bertingkat-tingkat di dalam rahim seorang ibu. Akhirnya, terlahirlah turab itu sebagai seorang bayi. Kemudian menjadi dewasa. Kemudian menua. Akhirnya diwafatkan kembali lagi ke asal muasalnya, yaitu tanah.

    Dan yang paling menarik adalah penutup ayatnya. Allah menegaskan, bahwa semua keterangan ini dimaksudkan agar kita semua memahaminya…

    Maka, kemana lagi kita harus berpaling untuk memperoleh informasi, kecuali dari aya-tayat Qur’an? Tapi ingat, penjabarannya harus kita buktikan lewat data-data ilmiah. Lewat perkembangan ilmu pengetahuan. Palaentologi maupun biomolekuler.

    Allah dengan sangat jelas telah menuntun kepahaman kita tentang penciptaan Adam ini di dalam Al Qur’an. Bahwa, Adam adalah bapak manusia modern yang terpilih dari spesies manusia purba. Yang dalam istilah Al Qur’an disebut sebagai al basyar. Ia adalah al insaan yang dilahirkan oleh al basyar…

    Kapan? Dimana? Jawabnya secara persis belum diketemukan di dalam Al Qur’an. Kita tunggu penemuan empiriknya. Namun, Allah menyinggung secara global bahwa al lnsaan itu diciptakan sesudah jin dan sesudah al basyar.

    QS. Al Hijr (15): 26-29
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (insaan) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

    Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya, dari api yang sangat panas.

    Dan, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia (basyar) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

    Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

    Ayat di atas jika dipahami sepenggal akan membingungkan. Karena itu saya kutipkan rentetannya. Di awalnya, Allah bercerita bahwa Dia telah menciptakan al insaan alias Adam dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Karena itu kebanyakan kita berpendapat bahwa Adam diciptakan oleh Allah secara langsung, tanpa proses. Tetapi bacalah rentetan ayat berikutnya.

    Tiba-tiba Allah memberi informasi tentang penciptaan jin. Makhluk ini diciptakan sebelum al insaan dari api. Kenapa secara tiba-tiba Allah bercerita tentang jin, padahal Dia sedang bercerita tentang al insaan yang telah diciptakan? Rupanya, Allah ingin menegaskan bahwa manusia yang diciptakan itu adalah al insaan yang memiliki fitrah ibadah seperti jin. Hal ini akan menjadi jelas ketika dikaitkan dengan QS. 51:56 – ‘dan tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah’.

    Ayat berikutnya lagi, barulah Allah menjelaskan tentang al insaan itu. Bahwa ia adalah al basyar yang diciptakan dari ‘tanah liat kering’ (berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk). Karena itu Allah mesti menyempurnakan terlebih dahulu, dan meniupkan ruhNya. Barulah sempurna kejadiannya sebagai seorang insaan. Dan, malaikat pun diperintahkan untuk bersujud.
    Ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan ayat-ayat yang bercerita tentang penciptaan Adam yang berasal dari turab. Karena, justru ini merupakan rangkaian mata rantai yang harus disambungkan. Bahwa turab dan shalshaal min hamaa-in masnun adalah sebuah rantai proses yang disebut Allah sebagai saripati tanah (sulaalatin min thiin). Hal ini sebagiannya telah kita bahas di depan.

    Akan tetapi untuk memantapkan kembali kepahaman secara holistik, maka di bawah ini saya kutipkan ayatnya. Bahwa saripati tanah itu memang diproses dulu oleh Allah sehingga menjadi bayi yang terlahir. Bahwa saripati-saripati tanah mesti diubah dulu menjadi sperma & ovum, kemudian diproses di dalam rahim lewat tahap-tahapan yang sudah kita pahami itu.

    QS. Al Mukminuun (23): 12-14
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (insaan) dari suatu saripati tanah.

    Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (nuthfah) dalam tempat yang kokoh (rahim).

    Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain (seorang bayi). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

    INSAN KAMIL

    Maka apakah yang menjadi pelajaran utama dari semua yang telah kita bahas ini? Kita menangkap suatu kesan, betapa mulianya manusia diciptakan oleh Allah..!

    Persiapannya saja miliaran tahun. Bumi sebagai panggung drama kehidupannya telah disiapkan sejak 5 miliar tahun yang lalu. Dan Langitnya lebih lama lagi sekitar 13 miliar tahun.

    Daratan, lautan, gunung-gunung, serta berbagai fasilitas kehidupan disiapkan secara sempurna, seluruhnya buat manusia. Bukan hanya kebutuhan pokoknya, melainkan segala macam perhiasan dan kenikmatan dunia.

    Badannya diciptakan dari tanah Bumi, dengan desain yang paling sempurna dan paling indah di antara makhluk-makhluk lainnya. Otak dan kecerdasannya luar biasa. Sehingga bisa menghasilkan peradaban yang tiada bandingannya di alam semesta.

    Proses penciptaannya penuh rahasia. Dan membutuhkan proses berliku yang sangat rumit. Asal usulnya, batuan keras tanah Bumi yang dilumatkan terlebih dahulu oleh sang Pencipta selama miliaran tahun. Ia sempat mengalami tahapan menjadi tanah tembikar, tanah lempung, lumpur hitam yang berbau, dan kemudian disaripatikan menjadi tanah gembur di permukaan tanah.

    Dia, Sang Penguasa, menciptakan miliaran benih di perut Bumi. Maka tumbuhlah segala macam kehidupan, ketika Dia mengirimkan air dari angkasa luar menyiraminya. Meskipun Bumi – sang benih raksasa – itu tadinya mati. Kehidupan mulai bergerak. Planet yang tandus menjadi hijau menyegarkan. Planet Bumi pun menjadi surga.

    Itulah saat-saat munculnya makhluk paling mulia bernama manusia. Ditumbuhkannya benih manusia dari perut Bumi. Muncullah al Basyar di mana-mana. Di seluruh benua yang menghampar seantero Bumi. Mereka hadir, dan tiba-tiba berkembang biak memenuhi planet Surga ini. Bagaikan tanam-tanaman yang tumbuh di musim penghujan…

    Dari semua yang kita bahas sejauh ini, saga ingin mengajak Anda membaca firman Allah berikut. Ia memberikan gambaran menarik dari seluruh rangkaian cerita penciptaan manusia yang telah kita bahas. Sejak mereka dikeluarkan dari tanah, berkembang biak, diberi istri dari jenisnya sendiri, menghasilkan generasi yang beragam rasnya, berusaha eksis di kehidupan dunia, sampai kemudian mati kembali kepada sang Pencipta.

    QS. Ar Ruum (30): 19-27
    Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu dikeluarkan (dari Bumi).

    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

    Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan bumi (lagi) dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kuburmu).

    Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepadaNya tunduk.

    Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)-nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Begitulah Allah menggelar drama kehidupan di muka Bumi. Sejak diciptakan sampai datangnya kematian. Semua makhluk hidup berasal dari dalam tanah, dan kembali ke tanah. Berasal dari tiada, kembali ke tiada. Berasal dari Allah, kembali kepada Allah…

    Manusia hanyalah sepercik tanda keberadaan sang Pencipta. Yang menyala sekejap, dalam kegelapan abadi alam semesta. Ia menjadi ‘ada’ ketika ruh ilahiah-nya bersemayam di dalam dirinya. Memancarkan cahaya kemuliaan. Dan kemudian menjadi ‘tiada’ lagi, ketika ruh ilahiah itu meninggalkan dirinya. Menjadi seonggok daging – saripati tanah tiada guna…!
    Kita menjadi ada karena Ruh-Nya
    Kita menjadi tiada juga karena Ruh-Nya…
    Malaikat bersujud kepada Adam
    karena Ruh-Nya
    Adam menjadi mulia pun
    karena Ruh-Nya…
    Allah menerima taubat Adam
    karena Ruh-Nya
    Allah memilihnya menjadi Nabi pun
    karena Ruh-Nya…
    Allah memuliakan keturunan Adam
    karena Ruh-Nya
    Dan menyediakan segala kebutuhannya
    karena Ruh-Nya…
    Allah membimbing kita menuju Surga
    karena Ruh-Nya
    melindungi kita dari jalan sesat pun
    karena Ruh-Nya…
    Allah mengajari kita dekat denganNya
    karena Ruh-Nya
    Menyayangi kita agar tidak menderita
    karena Ruh-Nya…
    Allah menerangi hidup kita dengan cahaya
    karena Ruh-Nya
    dan mengeluarkan dari kegelapan
    karena Ruh-Nya…

    Ya, Allah menciptakan segala
    yang ada di Bumi ini untuk kita
    karena kita adalah sebagian dari Ruh-Nya

    Maka, kemana lagi kita berpaling? Kecuali kepada Dia
    Dzat Maha Berkuasa
    Yang telah menciptakan kita
    dari KeberadaanNya Sendiri…

    Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruhNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tapi) sedikit sekali kamu bersyukur’
    [QS. As Sajdah (32): 9]

    wallahu a’lam bishshawab

    • Adam dilahirkan….?, emang bener Mas Adam suami inul…?

      Trus yang diceritakan di alqur’an Tuhan membuat manusia pertama Adam dari tanah dan air, lumpur hitam, dikeringkan (udara), dipanaskan sepertitembikar disempurnakan dan ditiupkan ruh, itu Adam yang mana yah.

      kalo Adam dilahirkan aku mau kenalan sama Bapak Ibunya Adam, siapa yah…? atau memang demikian Alqur’an perlu diperbaiki dan di tambah ttg penciptaan Bpk/Ibu Adam,

  30. lu semua lebih percaya ma Allah apa ma manusia…???jelas2 Allah dah jelasin di Al-Qur’an, bahwa Nabi Adam di ciptakan dari tanah, bukan di lahirkan,, trus dah gitu dia di turunin kebumi,,, begoono ceritanya,,

  31. Untuk Lebih Jelas Dan Pasti,Jawabannya Akan Di Dapatkan Setelah Roh/Soul Tidak lagi Bersatu Dengan Tubuh Dan Kita Akan Langsung Di Pertemukan Dengan Sang Pencipta(YeHuWaH) Untk DiHakimi Menuju Surga atau Neraka… dan Sang Pencipta Akan Bersabda Segala Keajaiban dan Kebaikan yg terjadi adalah aku dan segala pemberontakan dan Kejahatan adalah Iblis,maka kamu yg Dosanya dpt Diampuni Olehku akan masuk Surga sebaliknya yg Dosanya tidak dpt diampuni maka akan disiksa masuk Neraka

  32. gimana sih! otak ko di taro di dengkul! logikanya itu looh gak masuk akal banget. Bukan manusia pertama namanya kalau dilahirkan, kecuali adam nya Adam Jordan baru bener, semprul!.

  33. hati2 berita yang menggiring menuju kesesatan………….

  34. Sungguh bodoh orang yang menganggap hanya Kitab Suci sebagai ayat-ayat Tuhan. Padahal alam semesta ini adalah ayat-ayat Tuhan yang harus dipelajari. Begitulah kalau beragama secara dogmatis, tidak mau tahu fenomena dan kejadian di sekitarnya. minimnya otak untuk berpikir, dan keengganan melepas kacamata kuda, membuat umat menjadi semakin terlena, terbuai dalam romantisme dogma-dogma leluhurnya. Berpikir adalah kelebihan makhluk manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya.

  35. bisa saja Adam dan Hawa sbg simbol: ,, untuk pria adam dan untuk Hawa Wanita plus Ular =sifat tdk baik,,
    Tp entahlah masalahnya ini sejarah kitab dari timur tengah Israel & Arab,
    Saya usulkan klu punya artikel pandangan nenek moyang kita org indonesia klu ada mohon di tampilkan,

  36. Adam dan hawa itu,bukan manusia tpi itu perumpama’an sja…?

  37. pmbhasan yg sperti inilah yg mmbuat mnusia trdhulu trpcah . . . mslah kpercyaan . . .
    pzti d ujung pmbhasan d pke deh kata2 “kmbli kpda kta msing2″
    dn pzti msing2 mmliki pmkiran trsndri dn pmkiran tsb akan d warisi kturunan kta kelak . . .
    mkin dhulu jga pmbhsan spti ini ya yg mkin bkin dri stu kluarga nabi Adam trpecah mnjdi sekian bnyak suku bngsa dn agama . . .
    itu mnurut gue . . maaf klo ceplas ceplos , ,

    • Hebat..Sebuah pembahasan yg sia2. Ilmu manusia takkan mungkin mencapai rahasia jutaan tahun lalu. Allah memberi ilmu kepada manusia hanya sedikit, tapi kadang kita jadi sok paling pinter, sok ilmuwan dan yg lebih parah lagi sok tahu. Tentang adam dilahirkan atau bukan, Allah lebih tahu.

  38. Salam ya Waliyullah……
    Banyak rahasia yanga ada di bumi ini untuk dipelajari manusia……..kita tidak perlu menyalahkan satu sama lain. Kebenaran sejati milik Tuhan. Selama kita merasa diri kita benar dan selalu benar…….itulah awal dari kesombongan kita. Saya setuju dengan penulis untuk menggali semua kebenaran………biar semua rahasia alam ini terbuka. Teruskan wahai saudaraku…………..buka semua hijab yang menyelimuti bumi ini…..amien…..amien…..amien…….

  39. […] Misteri sang (adam) manusia pertama, ternyata adam […]

  40. lihat ayat terakhir surat al-kahfi disitu ada kata2 al-basyar ,”katakanlah.sesungguhnya aku ini manusia(al-basyar) seperti kalian,disini jelas al- basyar ada setelah jin.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: