Wanita Muslimah di Ningxia, tak Kalah Modis

[Image: busana.jpg] [ningxia.bmp]

MASYARAKAT etnik Hui China mempunyai mode busana tradisional yang unik dan cantik. Bagaimanapun dengan pembangunan sosioekonomi dan peningkatan taraf hidup, busana untuk penduduk etnik Hui di wilayah Ningxia menjadi lebih modis dan menarik.

Perkembangan zaman tidak dapat menghalangi perkembangan mode busana peremuan utamanya termasuk di sekolah-sekolah agama. Di Sekolah Muslimah China-Arab Masjid Utara Kaunti Tongxin, Bandar Wuzhong, santri wanita memakai jilbab dan tudung yang berwarna warni terang dan menarik.

Seorang siswi, Ding Weiwei, 16 tahun menuturkan: “Kami membeli pakaian sendiri. Sekolah juga menyediakan pakaian seragam untuk kami. Ada toko pakaian Islam di kawasan kami yang menyediakan pakaian dalam berbagai-bagai bentuk dan fashion.”

Dua orang pelajar putri , Ma Cuizhi dan Zong Haimei menyatakan bahwa busana muslimah untuk mereka pada masa sekarang jauh lebih baik berbanding dengan pakaian yang dikenakan oleh ibu mereka pada masa lampau. “Dulu, ibu saya memakai pakaian yang berwarna hitam dan kain yang berkualitas rendah. Sekarang, pakaian kami berwarna terang dengan kain yang berkualitas,” ujar salah seorang pelajar putri.

Ma Denglan, 40 tahun, dari pekan Sanying, kota Guyuan mengatakan, “Pada masa lampau, tudung kepala wanita terbuat dari bulu kambing. Tudung itu terasa berat dan warnanya kurang cerah dan pudar. Pada masa sekarang, tudung kami terbuat dari sutera, ringan dan berwarna-warni.”

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan taraf hidup, penduduk etnik Hui di Ningxia memberi perhatian yang lebih terhadap kualitas dan mode pakaian mereka. Ma Denglan menuturkan: “Kawula muda pada masa sekarang amat suka memakai pakaian yang cantik dan modis. Ketika ke masjid untuk solat berjemaah pada pukul 6.00 petang, saya selalu melihat tak sedikit muslimah yang memakai pakaian bermode dan cantik.”

TAK MODIS

Pimpinan perancang mode Syarikat Pakaian Fanghua Yingchuan, Chen Huifang menuturkan: “Banyak masyarakat etnik Hui suka memakai pakaian tradisional. Tetapi pakaian tradisional etnik Hui yang berada dalam pasaran pada masa sekarang bercorak lama dan kurang modis. Tak sedikit pelanggan muslimah meminta saya merancang mode pakaian yang menggabungkan ciri-ciri tradisional Islam. Saya juga berusaha untuk merancang pakaian muslimah yang modis untuk mereka.”

Chen Huifang menyatakan bahwa ciri-ciri tradisional etnik dan agama amat penting dalam merancang bentuk pakaian untuk penduduk etnik Hui. “Saya tekun membuat kajian tentang warna dan mode pakaian etnik Hui. Saya selalu berbincang-bincang dengan masyarakat muslimah etnik Hui untuk mendapatkan pandangan mereka terhadap bentuk-bentuk pakaian yang sesuai. Selain itu, saya juga meminta nasihat kepada imam dan sarjana Islam tentang seni mode pakaian untuk penduduk etnik Hui.”

Syarikat produsen pakaian etnik Hui di Ningxia berusaha melakukan pembaharuan dan inovasi terhadap produk mereka agar pakaian untuk penduduk etnik Hui lebih sesuai kelihatan lebih modern.
Ketua Perancang Busana Hongqi Ningxi mengatakan: “Syarikat memproduksi pakaian etnik Hui perlu menyediakan produk yang menggabungkan ciri-ciri tradisional dengan fashion yang modern pada masa sekarang.”

Produk syarikat tersebut telah mendapat sambutan yang baik dari konsumen etnik Hui. Malahan, pakaian yang dirancang khusus oleh anggota syarikat Fanghua dan Hongqi itu, telah memperoleh anugerah dalam pesta tarian dan pakaian etnik Hui kebangsaan yang diadakan pada tahun lalu. Ketua Pameran Makanan Halal dan Barang Kebutuhan Islam Yinchuan, Ma Baoyu menyatakan bahwa pasaran pakaian etnik Hui mempunyai masa depan yang cerah.

“Pakaian yang dirancang untuk penduduk etnik Hui pada masa sekarang amat cantik dan modis. Saya berharap semakin banyak wanita etnik Hui memakai pakaian yang cantik dengan berbagai mode untuk menunjukkan keunikan dan kemurnian etnik tersebut,” ujarnya. (adk/mcr/elz)


Etnis di Ningxia, China

[Image: etnis.jpg]
MESJID Besar Nan Guan yang terletak di arah tenggara Kota Yinchuan adalah pusat kegiatan keagamaan muslim di kota itu. Setiap hari Jumat atau hari raya tradisional agama Islam, ribuan umat muslim menjalankan ibadah shalat di mesjid tersebut.

Bao Jingui yang sudah berusia 83 tahun adalah Ketua Komisi Administrasi Mesjid Besar Nan Guan dan sangat berwibawa di mata masyarakat muslim Kota Yichuan. Bila mengenang kembali perkembangan kehidupan Ningxia, yang paling berkesan bagi dirinya adalah kerja sama dan persatuan rakyat berbagai etnis di daerah Ningxia selama 51 tahun, telah membuahkan perubahan luar biasa Ningxia dewasa ini.

“Perubahan di Ningxia dalam beberapa tahun ini sangat pesat dan cukup mengagumkan. Terutama di bidang pendidikan di daerah yang agak miskin, pemerintah pusat dan daerah telah menyediakan bantuan besar, ” ujar Bao Jingui.

Ditambahkannya, “Di seluruh Daerah Otonomi Etnis Hui Ningxia, seperti Kota Yinchuan dan daerah terpencil lainnya, pendidikan dan persatuan etnis berkembang pesat, dan rakyat berbagai etnis saling mengerti dan saling mendukung.”

Ketua Komite Urusan Etnis Minoritas selaku Direktur Biro Keagamaan Daerah Otonomi Etnis Hui Ningxia, Wang Jian mengatakan, selama 51 tahun sejak dibentuk Daerah Otonomi Etnis Hui Ningxia, kemajuan besar di bidang pelaksanaan kebijakan etnis minoritas telah dicapai, dan penyatuan etnis minoritas dan pertukaran persahabatan dengan dunia luar telah ditingkatkan.

“Tahun ini adalah 51 tahun sudah pembentukan Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia. Selama itu pula, persatuan etnis minoritas Ningxia di bawah pimpinan partai pusat dan Dewan Negara serta pemerintah dan komite Partai Komunis China Daerah Otonome Etnis Hui Ningxia telah mengalami kemajuan,” jelas Wang Jian, seraya menambahkan bahwa dengan upaya bersama dari 6 juta rakyat seluruh Ningxia baik etnis Hui maupun etnis Han, persatuan etnis minoritas telah mencapai prestasi cemerlang yang mencerminkan perkembangan ekonomi dan sosial.


BESAR

Dikatakannya, selama 30 tahun pelaksanaan kebijakan reformasi dan keterbukaan, terutama dalam lima tahun belakangan ini, perkembangan ekonomi dan sosial di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia telah mencapai prestasi yang cukup besar.

Ningxia dewasa ini telah menunjukkan banyak kemajuan, sistem otonom regional etnis minoritas semakin sempurna, tenaga kerja kader etnis minoritas semakin bertambah, ekonomi berkembang pesat, taraf hidup rakyat berbagai etnis meningkat, usaha berbagai bidang berkembang makmur, dan kebudayaan tradisional etnis minoritas terpelihara baik.

Ketua Lembaga Penelitian Islam Etnis Hui Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial Ningxia, Ma Ping mengatakan, “Saya merasa hubungan antara etnis Han dan etnis Hui terjalin sangat baik selama 50 tahun ini.”
“Pertama, Daerah Otonom Etnis Hui yang dibentuk pemerintah pusat telah mewujudkan kesetaraan derajat antara etnis Hui dan etnis Han. Dengan begitu, umat Muslim dapat merasa bangga dan percaya diri sebagai tuan rumah. Hal itu pada dasarnya telah meletakkan fondasi politik bagi pendirian hubungan etnis Hui dan etnis Han,” ujar Ma Ping.

Dijelaskannya pula bahwa dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah terdapat kebijakan preferensi terhadap rakyat etnis Hui demi perkembangan ekonomi dan sosial di daerah pemukiman etnis minoritas agar kelompok ini dapat berkembang lebih pesat dan baik, serta dapat menikmati bersama hasil perkembangan ekonomi dengan rakyat di daerah maju.

Dengan begitu, fondasi ekonomi telah diletakkan bagi pendirian hubungan etnis Hui dan etnis Han. “Fondasi di bidang kebudayaan juga telah dibangun di mana sikap saling memahami dan menghormati telah diwujudkan di tengah rakyat Etnis Hui dan Etnis Han Ningxia,” kata Ma Ping.(icri/elz)

Satu Tanggapan

  1. […] Read the original: Wanita Muslimah di Ningxia, tak Kalah Modis « blog rAm3-rAm3 […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: